“Izinkanlah
aku untuk slalu pulang lagi”….. Ada yang tau potongan syair tersebut ? ya,
syair tersebut merupakan syair dari lagu yang dibawakan oleh Kla Project yang
dimotori oleh Katon Bagaskara dkk yang berjudul “Yogyakarta”. Dalam lagu
tersebut dikisahkan para perantau dari luar jogja yang dahulu pernah singgah di
kota “Gudeg”, pernah bermukim juga baik itu dari kalangan pelajar, mahasiswa
bahkan karyawan. Namun setelah beberapa waktu menetap dan kemudian pindah entah
mendapat tugas dinas kemana, tetapi mereka selalu menyimpan seluruh kenangan di
jogja.
Dan
ternyata, menurut para eks perantau di jogja ini rata-rata punya kesan
tersendiri hingga membekas dihati mereka lho. Ada beberapa kenangan yang
diantaranya:
1. Harga
Makan yang murah meriah
Ternyata Yogyakarta memang terkenal akan makanan
yang super amat sangat murah pake banget lagi (hahah, lebay banget sob).
Bayangin aja, mau makan kenyang aja cukup dengan Rp 3.000 aja (beli nasi kucing
dapat 2 bungkus) sudah bisa minimal mengganjal perut. Kalo mau pake minum es
teh tambah Rp 1.500 jadi cuma Rp 5.000 aja. Coba kalo di ibukota misalnya, mana
mungkin bisa dapet segitu. (paling yo campur culeg, wkwkwk)
2. Biaya
kos yang murah
Kos disini memang murah. Terutama di dekat
kampus-kampus jogja (itu yang kos biasa lho, jangan samakan sama kos yg
ekslusive). Rata-rata kosnya menawarkan Cuma sekitar 2 jutaan sudah dapat kos
yang bersih, nyaman, asri. Kalo mau yang lebih mrah lagi, coba aja di pedesaan
pasti lebih murah.
3. Temen-temen
yang kalem dan bersahaja*
Walaupun akhir-akhir ini jogja katanya lagi nggak
aman. Mulai dari premanisme, geng RKS dan semacamnya. Tetapi kalo mau
menelusuri lagi para penghuninya entah pribumi ataupun pendatang, entah itu yang
ahli taat hingga ahli maksiat, entah dari golongan terpelajar hingga golongan
kurangajar, entak itu pejabat ataupun yang keparat, maka akan sampai pada
kesimpulan (sok ilmiah benget bahasa gue nih). Kalau sudah berbaur denga warga
sekitar, maka perangainya akan berubah menjadi kalem karena sifat asli orang
jogja itu sangat kalem. Sampai marahpun seperti nggak kelihatan marah karena
gaya bahasanya itu lho, mendayu-dayu (hoooooo).
4. Tresno
jalaran saka Ngayogyakarta
Menemukan belahan jiwa/pasangan hidup memang
disinilah tempatnya. Awalnya mau sekolah, kerja tapi ternyata malah bertemu dan
kepincut dengan sesama kawan se perantauan atau bisa juga dengan orang asli
jogja. Dan akirnya berlanjut ke pelaminan hingga beranak pinak.
MUNGKIN
ADA YANG MAU NAMBAHIN ??????