Go For It, Pada
kesempatan kali ini aku mau posting nih tentang gaya hidup masyarakat masa
kini. Untuk semuanya lah, anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua. Di era
seperti sekarang yang katanya era globalisasi (gayane sok lah biar keliatan
ngerti bahasa tinggi hahaha). Apalagi sekarang didukung dengan perangkat yang
canggih seperti smartphone (android, I phone, windows phone, Symbian, java
dll). Ibaratnya, bumi yang katanya sangat luas bisa dilipat-lipat menjadi
seluas desa bahkan bisa dilipat lagi menjadi seperti tetanggaan dan dilipat
lagi bisa seperti duduk disebelahnya.
Yang jauh menjadi dekat, sedangkan dekat
malah menjadi jauh. Ya kan Emak Gaoel secara gitu, lihat aja donk di warung makan, halte bus,
rumah sakit, kantor, sekolah, bahkan dirumah pun tangan kita sering disibukkan
dengan yang namanya handphone yang seakan-akan sudah menjadi belahan jiwa kita
yang sesungguhnya. Kita lebih fokus dengan teman sms/bbm/wa/line/fb daripada
orang yang duduk disebelah kita. Orangtua kita pun mungkin hanya seminggu
sekali kita hubungi sedangkan pacar/selingkuhan bisa kita hubungi berkali-kali.
ada yang lebih ekstrim lagi, handphone itu bisa melebihi pacar kita, istri,
suami kita dan bahkan tuhan kita pun bisa di nomor sekian kan (yang satu ini
kebangetan dah pokoknya). Sudah beberapa kasus yang aku dengar dari hal semacam
itu. Missal nih Gara – gara main hp saat makan suami ceraikan istri, via bbm
suami memiliki wanita idaman lain, lupa sholat karena sibuk main coc (clash of
clan) dan lain sebagainya. Ada yang mau nambahin lagi nggak ??? Sebenernya sih
sah saja kalo mau main handphone, asalkan bisa menempatkan pada waktu dan
kesempatan yang tepat. Kalo pas lagi perlu banget nggak apa lah. Atau bahkan
bisa kita manfaatkan untuk meraup penghasilan yang berlimpah. Ada beberapa sih
aku punya teman yang bisa memanfaatkan handphone nya untuk bisnis online, main
whaff, clixsense yang semuanya itu bisa menghasilkan uang yang lumayanlah.
Bahkan tidak sedikit yang memakai handphone nya untuk berdakwah mengajak amar
ma’ruf nahi munkar (ini nih aku seneng banget ama orang yang begini)












